ROH

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Jan 14, 2012, under SPIRITUAL

Ada salah satu unsur fital yang Allah ciptakan untuk manusia serta mahluk hidup lainnya. Dengannya  kehidupan ini terus berkembang dan sebaliknya tanpa adanya dia maka kehidupan didunia ini akan berhenti.  Begitu fitalnya semua mahluk hidup akan mempertahankan dengan segala kemampuan dari serangan musuh.  Tetapi segala daya dan upaya untuk mempertahankan hak miliknya tersebut tidak akan mampu kalau hal tersebut diambil oleh yang Kuasa yakni Allah SWT, Apa gerangan hal tersebut….? dia adalah ROH.

Kita bisa berjalan, berlari, berdiri dan duduk karena adanya ROH, darah kita berjalan dan bersirkulasi dalam tubuh karena adanya ROH. Tumbuh kembang tubuh kita, bernyanyi, menangis dan berteriak  karena ROH. Berfikir mengerjakan sesuatu, berencana demi hal-hal yang baik juga karena adanya ROH. Masih banyak lagi kegunaan yang tidak akan bisa kita hitung satu persatu.

Bayangkan ketika badan kita ditinggalkan ROH, apa yang terjadi…? aliran darah akan berhenti dan tubuh kita akan menjadi pucat pasi, dingin. Anggota tubuh kita kaku tak lentur, semua aktifitas berhenti total. Coba bayangkan jika semua manusia ROH nya diambil oleh Sang Kuasa, maka dijamin tidak akan ada lagi kehidupan di muka bumi ini.

ROH adalah salah satu ciptaan Allah yang tidak bisa dilihat, diraba, bentuknya seperti apa, akan tetapi dia ada. Dia adalah jismullatif, yakni benda halus yang bersifat maknawiah atau abstrak, tidak dapat dilihat oleh mata kepala tetapi terasa akan adanya. (Dalam agama Islam) Ini yang dimaksud Allah SWT dalam firman-Nya:

Maksudnya: “Mereka bertanya kepada engkau wahai Muhammad tentang roh. Hendaklah engkau katakan kepada mereka, ‘Roh itu adalah urusan daripada Tuhanku’…” (Al Israk: 85)

Hakikat roh tidak akan dapat dilihat oleh mata kepala, ROH tidak dapat difikirkan oleh akal dan bagaimana bagaimana rupanya, akan tetapi terasa oleh hati akan adanya. ROH juga tidak dapat kita bayangkan bagaimana rupanya, bagaimana bentuknya, berapa tebal atau panjangnya. Dia tidak dapat dibayangkan. Hanya Allah yang tahu dan tidak ada makhluk yang tahu.

Seperti kita ketahui bahwa seluruh alam semesta dan kehidupan ini, semua berotasi. Bulan berputar mengelilingi Bumi, bumi berputar mengelilingi tata surya yaitu matahari sebagai porosnya. Tata surya berputar dalam Galaxy dan demikian juga kumpulan galaxy berputar sesuai dengan sunatullah.

Kita tinggal di beberapa alam dan berputar, Alam roh kemudian Alam Rahim, berlanjut kepada alam dunia (sekarang ini) berlanjut kepada alam kubur (barzah) berputar terus kepada alam Akherat dan kemudian kembali kepada Allah.

Hidup manusia pun berputar, dari bayi lemah terus merangkak dan kemudian belajar berjalan. Besar bisa berlari kemudian dewasa, punya kekuatan. Masa tua mulai lemah siring berkurangnya kekuatan, sakit-sakitan tidak bisa berjalan, kondisi seperti anak kecil yang butuh pertolongan orang lain. Tidak bisa apa-apa kemudian……………..

Hidup juga berputar bagai roda yang menggelinding, ada masanya kita di bawah, ditengah dan ada masanya apula kita di atas. Pada saat kita dibawah tetap semangat, sabar, berdoa dan jangan putus asa untuk menggapai yang lebih baik. Demikian pula pada saat kita ditengah jangan lupakan yang dibawah dan tetaplah berdoa dan penuh waspada. Ketika kita berada diatas jangan sombong lihatlah ditengah dan pedulilah pada yang dibawah. Tetaplah bersukur kepada Allah, karena kalau kita kufur maka sewaktu waktu mudah bagi Allah untuk memutar roda menjadi dibawah.

Kembali pada persoalan diatas, ROH adalah salah satu ciptaan Allah yang di perintahkan untuk masuk dalam tubuh manusia, sehingga tubuh manusia bisa berkembang dan bernilai. Dalam agama Islam, manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah SWT,  setelah diciptakan-Nya makhluk lain seperti  Malaikat, Jin (Iblis) Alam semesta, Hewan  / binatang, tumbuhan dan lainnya. Allah menciptakan manusia untuk dipersiapkan  menjadi makhluk yang paling sempurna. Untuk menjadi Khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.

Pada awal mula Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah (alam ROH). Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an di dalam surah Al A’raf, yang berbunyi:

“dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul, (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.”(kami lakukan yang demikian itu ) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esaan Tuhan).” (Al-A’raf 172)

Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia dianggap sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan ajaran yang lurus.

Perjanjian ROH dengan Allah tersebut tidak hanya sampai disitu, ROH berotasi bergerak sesuai dengan sunatullah yang pada akhirnya akan bertemu dengan Allah kembali.

Comments Off more...

KESEMPURNAAN IMAN dan KEMUNAFIKAN

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Jun 29, 2011, under SPIRITUAL

Saudaraku yang dimulyakan Allah, ketahuilah bahwa kesempurnaan iman adalah “membenarkan ke-Esa-an Allah swt dan membenarkan apa saja yang dibawa oleh para Rasul shalawatullah alaihim, dengan bertambah-tambahnya amal. Allah berfirman dalam QS Al-Hujurat 15 :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”.

Dan Allah juga berfirman “Tetapi sesungguhnya ketaatan (kebaikan) itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian (akhir) Malaikat-malaikat, kitab-kitab dan Nabi-nabi”.

Kemudian Allah mensyaratkan lagi dengan dua puluh sifat berikutnya, diantaranya adalah seperti memenuhi janji dan sabar dalam menghadapi penderitaan.

Allah berfirman  dalam QS Al Baqarah 177 : “Mereka itulah orang0orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Allah berfirman “Kedudukan mereka itu bertingkat-tingkat disisi Allah.”

sedangkan dalam QS Ali Imran 163 “mereka itu bertingkat-tingkat disisi Allah”.

dan demikian juga Allah berfirman dalam QS Al Hadid 10 : “Tidakkah sama diantara kamu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Makkah)

Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa “Iman itu telanjang, sedang pakaiannya adalah bertakwa, beliau juga bersabda:

“Iman itu ada lebih dari tujuh puluh bid’hun (tiga sampai sembilan) bab, yang paling rendah adalah menjauhkan gangguan dijalan.”

Ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa iman harus bebas dari kemunafikan dan syirik yang samar.

Nabi Muhammad Saw bersabda,”Empat hal, dan barang siapa empat hal tersebut ada padanya maka dia adalah orang munfik murni walaupun dia berpuasa dan melaksanakan salat. Padahal dia menyangka kalau dirinya orang yang beriman, yaitu orang yang apa bila dipercaya ( dia) berkhianat dan apabila bertengkar (dia) berlaku curang.

Hati itu ada empat yakni hati yang bersih dan didalamnya terdapat lampu yang bersinar (demikian hati orang mukmin). Hati yang dibentangkan, didalamnya terdapat keimanan dan kemunafikan. Dalam hati terdapat perumpamaan keimanan dan kemunafikan. Perumpamaan keimanan dalam hati seperti tanaman sayuran yang dikembangkan oleh air tawar. Sedangkan kemunafikannya seperti bisul yang dikembangkan oleh nanah bercampur darah.

Nabi Muhammad Saw bersabda “Sebanyak-banyak orang munafik umat ini adalah yang lebih pandai membaca (yang lebih alim). Demikian juga dalam suatu hadis disebutkan bahwa “Kemusyrikan lebih samar dalam umatku dari pada perjalanan seekor semut pada batu-batu besar dan halus.”

Benarlah sudah apa yang dikatakan Nabi bahwa sesungguhnya kebanyakan orang munafik adalah orang yang pandai mambaca (bukan saja pandai mambaca tulisan akan tetapi juga pandai membaca situasi)  orang yang pintar, orang yang sekolahnya tinggi. Kenyataannya adalah demikian, coba kita perhatikan dilingkungan kita siapakah yang menjadi orang munafik, orang bodoh apa orang pintar? Perhatikan di pemerintahan banyak orang yang pintar justru menjadi biangkerok dan munafik. Hatinya tidak sama dengan apa yang diucapkan lewat mulut dan perbuatan.

Sebagian ulama mengatakan bahwa “orang yang paling dekat diantara manusia dari kemunafikan adalah orang yang melihat bahwa dirinya bebas dari kemunafikan.”  Coba kita perhatikan hal tersebut dilingkungan kita yang kecil dan demikian juga kita lihat kepada lingkungan yang lebih besar lagi, bahwasanya banyak orang yang menyatakan dirinya orang bersih, orang jujur, orang yang adil, orang yang terhormat, tapi apa kenyataannya….? omong kosong.

Orang-orang munafik dewasa ini lebih banyak dibandingkan dengan masa atau zaman Nabi dahulu, zaman dulu orang menyembunyikan kemunafikan akan tetapi pada zaman sekarang justru menampakkan kemunafikan. Kemunafikan ini jelas bertentangan dengan kebenaran iman dan kesempurnaannya. Sedang nafsu sendiri adalah samar. Dan manusia yang paling jauh dari nafsu adalah manusia yang khawatir darinya dan orang yang paling dekat diantara mereka dari nafsu adalah orang yang melihat bahwa sesungguhnya dirinya bebas dari nafsu.

Nabi SAW bersabda,”Barang siapa yang memiliki dua buah lidah di dunia, maka Allah akan menjadikan dua buah lidah baginya diakherat.” Beliau juga bersabda : “Sejahat-jahat manusia adalah orang yang memiliki dua buah muka, mereka datang dengan sebuah muka dan mendatangi pada mereka dengan muka yang lain.”

Al Hasan berkata,”Sesungguhnya termasuk diantara kemunafikan adalah perbedaan lidah dengan hati, yang tertutup dan yang kelihatan dan perbedaan tempat masuk dan tempat keluar.”

Ada seorang laki-laki berkata kepada Hudzaifah ra, “sesungguhnya aku sangat mengkhawatirkan kalau aku termasuk orang munafik.” Kemudian Hudzaifah ra berkata: “Seandainya kamu orang munafik, tentu kamu tidak khawatir terhadap kemunafikan, Karena sesungguhnya orang munafik benar-benar merasa aman dari kemunafikan.”

Diriwayatkan, sesungguhnya Rasulullah sedang duduk bersama rombongan (sahabat-sahabat), Mereka memperbincangkan seorang laki-laki dan banyak memujinya, akan tetapi tiba-tiba laki-laki tersebut muncul sedang di dalam mukanya meneteskan air bekas wudhu, sandalnya tergantung di tangannya dan diantara kedua belah matanya terdapat bekas sujud.”

Mereka berkata ya…Rasulullah dia adalah laki-laki yang disebutkan sifat-sifatnya tadi.” Nabi bersabda:

“Aku melihat pada mukanya terdpat bisul (luka di wajah) dari setan.” Lalu laki-laki tadi datang dan memberi salam kemudian duduk bersama kaumnya.

Nabi bersabda,” Aku bertanya padamu dengan Allah. Apakah kamu berbicara dengan dirimu waktu kamu dekat dengan kaum, sesungguhnya tidak terdapat pada mereka yang lebih baik dari pada kamu.”

Kemudian orang tersebut memohon ampun “Yaa… Allah aku mohon ampun pada-Mu tentang pa yang aku ketahui dan apa yang tidak aku ketahui.

Jelaslah sudah orang yang membanggakan dirinya lebih baik dari pada orang lain, lebih super dari pada orang lain, lebih suci dari pada orang lain dan lain sebagainya, maka hal tersebut bukanlah orang baik, bukanlah orang yang beriman bahkan  akan masuk neraka.

Nabi bersabda : “Apa yang membuatku ( kita)  merasa aman, sedang hati-hati ini berada diantara dua buah jari dari jari-jari Tuhan Yang Maha Pengasih, Dia akan selalu membolak-balikkan bagaimana yang Dia kehendaki?

Kemunafikan itu ada dua macam: pertama, kemunafikan yang mengeluarkan dari agama dan mengantarkan orang kepada golongan orang-orang kafir serta membawa ke dalam golongan orang-orang yang diabadikan didalam neraka.  Dan yang kedua, kemunafikan membimbing pemiliknya ke neraka pada batas waktu tertentu atau mengurangi dari derajat Illiyin dan menurunkan pada tingkat siddiqin.

Saudaraku ternyata kemunafikan dewasa ini sudah sangat banyak dan mudah-mudahan kita tidak termasuk didalamnya. amin (diambil dari bukunya Imam Ghazali).

Comments Off more...

MUKA MASAM

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Jun 23, 2011, under SPIRITUAL

Perang Dunia ke Dua terjadi begitu hebat,  jutaan manusia  mati percuma, jutaan manusia mati menggenaskan, begitu memprihatinkan. Berapa banyak gedung-gedung yang hancur, jembatan, jalan, kota dan lain-lain. Jika kita hitung berapa uang yang dihabiskan dalam perang tersebut, tentunya sangat-sangat luar biasa besarnya. Perang dunia kedua sudah menggunakan peralatan tempur yang maju walaupun tidak secanggih sekarang, akan tetapi mesin-mesin pembunuh sudah digunakan waktu itu. Perang Dunia Ke Dua terjadi di tiga benua tua yaitu Africa, Asia dan Eropa.

Perang Dunia Kedua (biasa disingkat PDII) adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan Poros.  Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personil. Dalam keadaan “perang total,” pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer. Lebih dari tujuh puluh juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah manusia.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jermanmenginvasi Polandiapada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada saat Jepangmenyerah kepada tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen Japanese Instrument of Surrender di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.

Perang Dunia ke Dua menurut saya terjadi karena  masing-masing Pimpinan baik Sekutu maupun Poros bermuka masam.  Timbul kebencian yang begitu besar dan tidak mau kompromi satu dengan yang lain dan saling ingin menguasai. Bermuka masam inilah yang pada akhirnya menimbulkan bahaya yang lebih besar, penderitaan dan kesengsaraan bagi manusia.

Coba bayangkan jika para Pemimpin pada waktu itu saling bertemu dan tidak bermuka masam, akan tetapi penuh dengan senyuman, penuh dengan suasana kehangatan, ramah tamah, berpelukan, berjabat tangan dengan senyum yang mengembang, saling bicara bagai keluarga, pasti saya jamin tidak akan terjadi perang dunia…

Kalau kita bermuka masam maka dunia ini begitu sempit dan sebaliknya jika muka ini penuh dengan senyuman maka dunia ini luas, kita bisa pergi kemana saja  seperti yang kita inginkan. Kita bisa bertemu dengan siapa saja tanpa ada rasa was-was. Bekerja dengan senang hati, berjalan dengan riang hati, berbicara penuh dengan kehangatan dan makna.

Terkadang disadari maupun tidak kita sering bermuka masam, sebelum berangkat bekerja kadang-kadang kita sudah direpotkan oleh anak-anak kita yang kecil karena butuh perhatian, yang inilah yang itulah, istri kita kadang lupa menyiapkan makan pagi, apa yang terjadi….? terkadang muka kita langsung cemberut, muka kita menjadi asam tidak enak dilihat.

Berangkat kerja…..,  dan pada saat kita dijalan raya terjadilah kemacetan karena pengguna jalan lain tidak disiplin, maka hati kita jadi jengkel dan pada akhirnya wajah kita jadi cemberut. Terus pada perjalanan waktu kita sering menemui hal-hal yang membuat hati kita gundah, sehingga mempengaruhi wajah kita dari ceria menjadi bermuram durja, cemberut dan bermuka masam. Jika hal ini dilakukan terus menerus, saya yakin orang tersebut akan mengalami stress yang pada akhirnya banyak timbul bermacam-macam penyakit. Orang yang selalu cemberut dan selalu bermuka masam, saya yakin orang tersebut akan dikucilkan dalam pergaulan, pasti orang tersebut tidak akan disukai teman dan tidak banyak punya teman, bahkan Setan sekalipun tidak mau berkawan dengannya…he…he…. mungkin karena takut ternyata orang yang bermuka masam wajahnya lebih seram dari pada Setan itu sendiri he…he….

Seperti penelitian di Amerika Serikat bahwa orang yang cemberut atau bermuka masam lebih beresiko terkena penyakit jantung. Sedangkan orang yang tersenyum akan menjadikan orang tersebut awet muda dan bugar sehingga memungkinkan jauh lebih sehat dibandingkan orang yang bermuka masam.

Dalam agama ditegaskan bahwa Allah melarang dan membenci orang yang cemberut atau bermuka masam dan yang berpaling dari orang lain karena tidak mengindahkan atau meremehkan orang lain.

Wahai Saudaraku….buanglah muka masam kita dengan senyum, karena senyum merupakan sedekah dan senyum merupakan ibadah yang akan diberi pahala disisi Allah.  Amin.

Selamat tinggal muka masam……….

____________________________________________

# DONATION #
Name: Yuswanto
Bank account number :0131868183
Bank Negara Indonesia 46
Serang city – Banten Province
Indonesia.
www.bni.co.id

4 Comments more...

FIRAUN MODERN

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Jun 17, 2011, under Uncategorized

Kalau kita perhatikan judul diatas maka ingatan kita akan melayang jauh kebelakang pada zaman Nabi Musa as.
Firaun adalah Raja yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas sehingga pada akhirnya Firaun mengklaim dirinya sebagai Tuhan.
Ingat … pada saat Tuhan memanggil Musa di lembah suci “Tuwa”, Musa diperintahkan untuk pergi kepada Firaun untuk menyampaikan suatu amanat (peringatan) dari Tuhan, yakni disuruh menyampaikan bahwa perbuatan dan tindak tanduknya sudah melampaui batas.

Disampaikan kepada Firaun apakah mau untuk membersihkan dosa yang selama ini telah dilakukannya, dan akan diajarkan pula atau diarahkan serta diberi petunjuk kepada jalan Tuhan yang benar yang telah menciptakan alam semesta berserta isinya termasuk Firaun.

Tapi apa yang terjadi bahwa ajakan Musa ditolak mentah-mentah, walaupun Musa memperlihatkan mukzizat dari Allah Swt sebagai utusan Tuhan yang benar akan tetapi Firaun membangkang. Firaun begitu takut akan kehilangan jabatan dan kekuasaan yang telah dipegang, dan jangan sampai ada selain dia yang akan berani mengambil alih tampuk kepemimpinan atau istilah zaman sekarang ini adalah “kudeta”.
Semua pembesar kerajaan dipanggil dan dikumpulkan menjadi satu, semua wajib hadir, tidak ada yang tidak hadir.
Firaun berkata “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi”.

Luar biasa sekali, Firaun adalah seorang manusia yang dilahirkan, seorang manusia yang minum air susu ibu, manusia yang makan dan minum, sebenarnya manusia yang lemah dan karena faktor kekayaan, jabatan dan kekuasaan yang dimiliki maka dia begitu ketakutan jika itu semua lepas dari gengamannya. Maka untuk mempertahankan kekuasaannya Firaun melakukan segala cara, termasuk membunuhi anak-anak lelaki pada waktu itu dan mengklaim dirinya adalah sebagai Tuhan. Sehingga Allah Swt menyiksanya dengan siksaan pedih di dunia dan akherat.

Dewasa ini pada zaman yang modern ini justru banyak manusia yang tidak bercermin dari kisah Firaun. Sebaliknya banyak manusia yang menjadi Firaun-Firaun baru (Firaun Modern)
Banyak manusia yang berlomba-lomba untuk menumpuk kekayaan dengan segala macam cara dilakukan, bahkan cara-cara buruk dan keji dilakukan demi menumpuk kekayaan yang tentunya tidak akan membuat manusia puas.
Jika Tangan kanan manusia diberi emas sebesar bulan, kemudian tangan kirinya diberi emas sebesar bulan pula, maka manusia tersebut tidak akan puas dan akan terus mencari emas berikutnya dan yang berikutnya.

Banyak manusia yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kekuasaan, baik kekuasaan di perusahaan, kantor pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi politik, penegak hukum, dan lain-lain.
Kekuasaan digunakan bukan untuk mensejahterakan anggotanya atau masyarakat luas, akan tetapi kekuasaannnya digunakan untuk menekan rakyat, memeras rakyat, menakut-nakuti rakyat. Kekuasaannya begitu luar biasa sehingga mereka kebal terhadap hukum, mereka tidak tersentuh hukum. Hukum tidak berlaku bagi pemegang kekuasaan, Hukum hanya berlaku bagi rakyat dan orang miskin.
Kehidupan dan kesejahteraan masyarakat luas bukan menjadi prioritas utama, akan tetapi bagaimana caranya kekuasaannya tetap langgeng dan kekayaan tetap menumpuk selamanya. Kesejahteraan hanya berputar untuk dirinya, keluarga, teman dan golongannya sendiri.
Tidak perduli masyarakatnya miskin, tidak perduli masyarakatnya sulit mencari kerja, tidak perduli masyarakatnya sulit mendapatkan layanan kesehatan dan lain-lain.

Kalau saya pikir, dewasa ini banyak manusia yang lebih keji dari pada Firaun. Pemimpin yang selalu berebut kekuasaan, gila hormat dan gila jabatan, pemimpin yang selalu rakus akan harta benda.
Korupsi merajalela mulai dari pemerintahan yang paling kecil sampai dengan pemerintahan yang paling besar. Dari kantor kecil hingga kantor besar.
Korupsi kecil-kecilan hingga korupsi yang tak terhingga. Korupsi waktu sampai dengan sama sekali tidak masuk kerja untuk melaksanakan kewajiban sebagai pelayan masyarakat. Suap dan Korupsi dimana-mana dan begitu merajalela, begitu banyaknya hal tersebut sehingga dianggap sebagai budaya yang lumrah dan tidak ada unsur dosa.
Jika manusia sudah berfikir seperti tersebut diatas, jika manusia sudah menganggab perbuatan dosa yang dilakukan sudah lumrah dan tidak ada dosanya maka menurut hemat saya manusia tersebut sudah berani menentang Allah, manusia tersebut sudah berani melawan Allah, manusia tersebut sama dengan Firaun. Manusia tersebut akan mendapat azab Allah seperti yang ditimpakan kepada Firaun yakni akan mendapat siksa yang pedih dunia dan akherat.

Saudaraku mari perbaiki diri kita agar tidak menjadi manusia yang durhaka, jadilah manusia-manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah sehingga mendapat kebahagiaan dunia dan akherat seperti yang telah dijanjikan Allah kepada umatnya yang beriman yaitu masuk ke dalam Surga-Nya yang penuh dengan keindahan dan kenikmatan.
_________________________________________________
# DONATION #
Name: Yuswanto
Bank account number :0131868183
Bank Negara Indonesia 46
Serang city – Banten Province
Indonesia.
www.bni.co.id
__________________________________________________

Comments Off more...

MANUSIA DALAM KEADAAN SUSAH

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Jun 10, 2011, under Uncategorized

“Sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. (Sur. al-Balad)
Jadi jangan heran jika melihat manusia dalam kondisi susah, jangan heran jika diri kita mengalami hal-hal yang menyusahkan.
Coba perhatikan ketika kita baru lahir, tentunya telah membuat susah orang lain. Kita tidak mampu memenuhi kebutuhan kita sendiri, bahkan tidak mampu mengusir nyamuk di dahi kita sendiri.
Hari demi hari dengan tetap menyusahkan orang lain kemudian belajar jalan. Betapa susahnya pada saat pertama kali kita belajar berjalan, jatuh bangun sudah pasti kita alami, begitu susah bukan…….

Pada saat pertama kali kita masuk kedunia pendidikan atau sekolah, betapa sulitnya kita mengapal huruf dan angka.
Betapa susahnya kita belajar berhitung dan memahami kata demi kata dan menelaah pelajaran, rasanya susah sekali…….

Setelah kita lulus menempuh pendidikan, betapa susahnya kita mencari pekerjaan yang cocok dengan angan-angan kita.
Betapa sulitnya membangun bisnis atau usaha untuk mendapatkan rezeki.
semua serba susah penuh dengan rintangan dan cobaan yang tiada pernah berakhir, cobaan datang silih berganti dan lain sebagainya.

Pertanyaannya adalah, Mengapa Allah menciptakan manusia dalam keadaan susah…? tentu jawabannya akan banyak sekali, bahkan setiap manusia akan mempunyai bermacam-macam jawaban.
Menurut hemat saya adalah:
Karena Allah cinta kepada mahluknya, karena Allah sayang kepada mahluknya. Karena Allah hendak memberi peringatan kepada mahluknya agar jangan jauh kepda Allah.

Dengan diberinya manusia selalu dalam keadaan susah payah agar manusia selalu ingat kepda Allah yang Menciptakan, agar manusia selalu meminta pertolongan kepada Allah.
Coba kita bayangkan jika manusia tidak diberi kesusahan, maka pastinya manusia akan jauh kepada Allah, lupa kepada Allah.

Diberi susah saja manusia banyak yang jauh dari Allah apa lagi jika tidak diberi susah sama sekali.
Bahkan mungkin manusia tidak akan mengenal siapa yang mencipta, manusia tidak akan mengenal siapa Tuhannya, bahkan manusia akan mengklaim dirinya sebagai Tuhan.
Nabi Muhammad SAW begitu khawatir pada saat umatnya (manusia) diberi kenikmatan (kekayaan), mengapa…? takut manusia menjadi lupa.

Jika manusia tidak mengalami kesusahan maka tentu tempatnya bukan di bumi yang hina ini, akan tetapi tempatnya adalah Surga seperti yang telah dijanjikan Allah.
Untuk itu jika kita ingin hidup tidak mengalami kesusahan, mari kita persiapkan diri kita mulai sekarang untuk mengikuti aturan Allah, melaksanakan aturan Allah dan menjauhi larangan-Nya.
______________________________________________

# DONATION #
Name: Yuswanto
Bank account number :0131868183
Bank Negara Indonesia 46
Serang city – Banten Province
Indonesia.
www.bni.co.id
_______________________________

3 Comments more...

MASUKLAH DALAM SURGA-KU

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Jun 05, 2011, under SPIRITUAL

Coba kita renungkan dari apa kita diciptakan?
dan siapa pula yang menciptakan kita dengan sangat sempurna?
Ketahuilah bahwa manusia diciptakan dari setetes air mani yang menjijikkan, kemudian dijadikan segumpal darah, kemudian segumpal daging yang berbentuk, setelah 4 bulan 10 hari ditiupkan ruh kedalamnya. Diberinya kita otak, mata, hidung, mulut, tangan , kaki, hati, jantung dan lain sebagainya. Setetes air mani yang menjijikkan kemudian menjadilah manusia yang sempurna seperti yang kita lihat dan rasakan sekarang ini.

Dari semua itu sudah barang tentu yang menciptakan kita adalah Allah Swt Yang Maha Hidup, Alllah Yang Maha Sempurna.
“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (At-Tin:4)

Dari sekian banyaknya mahluk ciptaan Allah, manusia menempati posisi istimewa yakni sebagai mahluk ciptaan yang sebaik-baiknya, dalam arti luas mahluk ciptaan yang sempurna, yakni diberikan akal dan juga diberikan nafsu. Tidak seperti mahluk ciptaan lain, misal Binatang yang hanya mempunyai nafsu dan tidak dengan akal. Demikian juga dengan mahluk Malaikat yang hanya diberi akal dan tidak dengan nafsu.
Akan tetapi manusia diberi keduanya yaitu akal dan juga nafsu.
Agar dapat menggunakan akalnya dengan baik dan dapat mengontrol nafsunya dengan baik pula. Manusia diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menguasai dunia, untuk menjadi Khalifah (Pemimpin) di muka bumi ini, tapi ingat… bahwa manusia diberi tanggung jawab yang utama adalah untuk beribadah kepada Allah.
“Tidaklah Aku ciptakan manusia dan jin melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”
Akan tetapi banyak manusia yang lupa dan tidak sadar diri, bahkan banyak manusia yang sombong. Dan karena kekayaan serta kesuksesannya banyak manusia yang menganggapnya bahwa apa yang diperolehnya adalah berkat kerja kerasnya selama ini bukan karena Allah. Dan banyak manusia yang menyamakan dirinya dengan Tuhan, bahkan yang lebih ironis lagi banyak yang menganggap dirinya Tuhan.

Dalam dunia ruh sebelum manusia dilahirkan, ada kesaksian tentang ke Esaan Tuhan, dan ruh menjawab dengan sebenar-benarnya perkataan, yakni “Engkau adalah Tuhanku”
Akan tetapi setelah manusia lahir kedunia dan bertumbuh kembang menjadi manusia dewasa, maka banyak manusia yang lupa kepada Dzat ( Allah) yang menciptakan kita, Allah yang memberikan kehidupan dan rezeki, Allah yang memberikan pertolongan, Allah yang memberikan segala sesuatu bagi kehidupan.
Manusia banyak yang ingkar kepada Tuhannya.

Allah Swt selalu mengingatkan kita untuk tidak makan segala sesuatu dengan tamak, lobak dan sebagainya, demikian juga Allah Swt selalu mengingatkan agar manusia untuk tidak mencintai harta benda duniawi dengan kecintaan yang berlebih-lebihan yang bisa membuat orang menjadi lupa asal-usulnya, lupa kepada Tuhannya.
Allah SWT selalu mengingatkan kepada manusia dan mengajak kepada manusia untuk kejalan yang benar, untuk masuk kedalam golongan hamba-hambanya yang beriman bukan sebaliknya.
” Fadkhulii fii ibadii” Masuklah kedalam golongan hamba-hambaku….. kata Allah.
Hamba yang mana yang dimaksudkan, yaitu hamba hamba-Nya yang beriman, yang bertakwa kepada Allah Swt.
Hamba-hamba yang selalu berbuat kebajikan, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Setelah kita masuk kedalam golongan orang-orang yang beriman, maka Allah berkata kembali: “wadkhulii Jannati” – masuklah kedalam Surga (Ku).

Subhanallah…. Maha Besar Allah…. begitu indah kata yang di ucapkan, tidak ada paksaan dan tidak ada amarah…. begitu lembut ajakannya untuk masuk kepada golongan hamba-hamba yang beriman agar bisa masuk kedalam Surganya yang penuh dengan kenikmatan yang kekal, dan semua itu diperuntukkan kepada orang yang beriman yang masuk dalam golongan-Nya yakni “orang beriman”.

____________________________________________________

DONATION
Name: Yuswanto
Bank account number :0131868183
Bank Negara Indonesia 46
Serang city – Banten Province
Indonesia.
www.bni.co.id
1 Comment more...

PAHALANYA SYAM’UN

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in May 16, 2011, under SPIRITUAL

Kalau kita melihat jauh kebelakang, ada satu cerita yang luar biasa yakni ada seorang laki-laki dari bani Israil yang telah berjihad di dalam jalan Allah selama seribu bulan, sampai-sampa Rasulullah kagum akan hal itu dan berdoa agar diberikan pahala seperti itu untuk umatnya.
Nama laki-laki itu adalah Syam’un. Dia telah memerangi musuh selama seribu bulan dan tidak pernah kering pelana kudanya serta selalu mengalahkan orang-orang kafir berkat keberanian dan kekuatan yang diberikan Allah Swt kepadanya.

Hati para orang kafir begitu sempit dibuatnya, dan kemudian mereka mengutus seseorang untuk mendekati istrinya, dengan maksud untuk kerjasama yaitu mengikat suaminya, memenjarakan dalam sebuah rumah dan kalau itu dilakukan maka akan diberikan imbalan satu baki emas.
Pada suatu malam ketika Syam’un tidur maka perempuan itu mengikatnya dengan tali injuk.
Dan apa yang terjadi ketika Syam’un bangun, dia menggerakkan anggota tubuhnya dan kemudian tali itu putus. Kemudian dia bertanya pada istrinya, mengapa kamu melakukan ini?
Istrinya menjawab, “bahwa aku hanya menguji kekuatanmu.
Dan ketika berita tersebut terdengar sampai kepada orang-orang kafir, maka dikirimlah rantai agar dipergunakan kembali untuk mengikat Syam’un seperti yang telah dilakukan. Akan tetapi Syam’un bisa memutuskan rantai itu dengan mudahnya.

Kemudian datanglah Iblis kepada orang kafir dan memberitahu agar mereka bertanya kepada istri Syam’un yakni untuk mencari tahu rahasia kekuatan yang dimiliki oleh Syam’un. Sesuatu yang manakah yang dia tidak mungkin sanggup melepaskan dan memutuskannya?
Akhirnya orang kafir tersebut menemui istri Syamun dan memberitahukan akan hal tersebut.
Syamun mengatakan kepada isrtinya bahwa gombak (kuncung atau gelung) ku ini?
Syamun memiliki delapan helai gombak dan jika ditarik dapat sampai ketanah. Pada saat Syam’un tidur maka istrinya mengikat kakinya dengan empat helai gombaknya dan mengikat tangan Syamun dengan empat helai gombaknya. Orang-orang kafir tersebut dapat menangkap Syamun dan membawanya kedalam rumah pejagalan.
Rumah itu tinggi sekali dan luas serta hanya memiliki satu buah tiang. Kemudian orang kafir itu memotong kedua telinga dan dua bibirnya.
Mereka berkumpul untuk memegangi kedua tangannya.
Syam’un berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan kepadanya untuk dapat melepaskan ikatan dan untuk dapat menggerakkan tiang serta merobohkannya keatas mereka. Apa yang terjadi?
Allah memberi kekuatan dan bergerak untuk melepaskan ikatannya dan rumah tersebut roboh dan menghancurkan mereka semua. Orang kafir tersebut mati semua.

Ketika para sahabat mendengar hal tersebut mereka berkata kepada Nabi Muhammad: “….ya Rasulullah apakah kami dapat menemukan pahala seperti Syamun tersebut?
Beliau bersabda :”Aku tidak tahu.”
Kemudian Beliau memohon kepada Allah dan diberilah Malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.

Anas ra. berkata, rasulullah Saw bersabda;”apabila datang malam lailatul qadar, maka turunlah Malaikat Jibril dengan rombongan malaikat. Mereka membacakan salawat dan salam atas setiap hamba yang berdiri atau duduk yang sedang zikir kepada Allah Swt.”

Abu Hurairah berkata:
“Malaikat-malaikat turun kebumi pada malam lailatul qadar yakni lebih banyak dari bilangan batu kerikil. Dibukakan pintu pintu langit untuk turunnya Malaikat itu sebagaimana riwayat yang datang dan bersinar teranglah beberapa nur dan terjadilah suatu kemunculan (tajalli) yang besar serta menjadi terbukalah dalam malam itu sebagai alam malaikut.
Manusia dalam hal ini berbeda-beda, diantara mereka ada yang dibukakan alam malakut langit dan bumi dan terbukalah beberapa hijab yang menutup langit, lalu dia dapat menyaksikan Malaikat-malaikat dalam bentuk aslinya, yaitu ada yang berdiri, duduk ruku, sujud, ada yang zikir, bersyukur, membaca tasbih dan membaca tahlil.
Diantara manusia ada yang terbuka, baginya sehingga tampak Surga dengan apa yang ada didalamnya, kota- kotanya, gedungnya, bidadarinya, sungai, pohon-pohonan dan buah-buahan.”

Dia menyaksikan Arasy Tuhan Yang Maha Pengasih. yaitu yang merupakan atap Surga, dia dapat menyaksikan kedudukan-kedudukan para nabi, wali, syuhada dan sidiqin. Dia menjadi kebingungan dalam melihat alam malakut ini, menyaksikan tingkatan-timgkatannya, kedudukan-kedudukan orang kafir dan masih banyak lagi yang lain.
Diantara mereka ada pula yang dibukakan hijab-hijab dari Keagungan Allah lalu tidak menyaksikan, kecuali pada-Nya.”

Aisyah ra. berkata, Rasulullah Saw bersabda,” Barang siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar dan salat dua raka’at serta memohon ampun, tentu Allah akan mengampuninya dan dia telah terjun dalam rahmat Allah serta Jibril akan mengusapkan sayapnya. Barang siapa yang diusap sayap Jibril, tentu dia akan masuk Surga.”
(dari bukunya Imam al-Ghazali).

___________________________________________________

DONATION

Name: Yuswanto

Bank account number :0131868183

Bank Negara Indonesia 46

Serang city – Banten Province

Indonesia.

www.bni.co.id

4 Comments more...

JALANNYA SETAN

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Apr 30, 2011, under SPIRITUAL

Jaga hati dari segala kedengkian, jaga hati dari segala kemunafikan, jaga hati agar selalu putih bersih, agar selalu bersinar terang.
Orang tua kita selalu menasehati agar kita menjadi orang yang baik hati dan tidak tinggi hati.
Hati yang bersih dan jika di ibaratkan, maka putih seperti kertas yang belum ternoda dan ketika kita membuat suatu dosa, maka titik hitam menempel pada kertas tadi. Terus dan terus titik-titik hitam akan memenuhi kertas putih tadi seiring dengan dosa yang kita lakukan. Maka lama kelamaan kertas putih tadi menjadi hitam gelap serta tidak tampak putihnya.
Demikian pula dengan hati manusia akan menjadi hitam ketika perbuatan dosa kita lakukan, dan lama-kelamaan sifat manusia akan menjadi hilang dan berganti dengan sifat binatang.

Nabi Muhammad Saw bersabda,”Didalam hati terdapat dua buah pendekatan, sebuah pendekatan dari Malaikat, yang menjanjikan kebaikan dan membenarkan yang haq. Maka barang siapa yang menemukan itu hendaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya dia adalah dari Allah Swt. dan hendaklah dia memuji Allah.
Sebuah pendekatan lagi dari musuh (setan), yang menjanjikan kejahatan, membohongkan kebenaran dan mencegah kebaikan. Maka barang siapa yang menemukan itu hendaklah dia memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Kemudian Beliau membaca firman Allah Swt:
“Assyaitonu ba’idukumul fakhro wa yakmrukum bill fahsaai”
artinya: Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) – (QS Al Baqarah 268)

Didalam hati ada dua buah hal yang saling bertentangan, yang pertama datangnya dari Allah dan yang kedua datangnya dari musuh Allah yaitu Setan, yang mana setan menunggangi nafsu kita.
Hendaknyalah bahwa apa yang datangnya dari Allah kita kerjakan dengan baik dan apa yang datangnya dari musuh (setan) hendaknya kita perangi.

Sesungguhnya hati yang kosong dari kesenangan nafsu tidak akan dimasuki setan. Perhatikan firman Allah di QS Al-Hijr 42.
“Inna ibadii laisa laka alaihim sultonun”
artinya: Sesungguhnya hamba-hamba Ku (Allah) tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka.”

“Afaro aita manit’takhadha ilahahu hawaahu.”
artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya.” (QS Al-Jatsiyah:25)

Bahwa sesungguhnya orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan dan yang disembahnya, maka dia adalah hamba hawa nafsu dan bukan hamba Allah.

Tidaklah dapat menghapus was-was (gangguan) setan dari hati, kecuali mengingat hal selain apa yang diwas-waskan kepadanya. Karena sesungguhnya saat terlintas dalam hati akan ingat sesuatu, akan hilanglah apa yang telah ada disana sebelumnya. Hanya saja, setiap sesuatu selain Allah Swt dan selain hal yang berhubungan dengan Allah, mungkin pula merupakan tempat berputar setan. Sedangkan zikir (ingat) kepada Allah merupakan hal yang aman dan diketahui bahwa tidak ada tempat bagi setan untuk berputar.
Dan sesuatu tidak dapat mengobati, kecuali dengan cara melawannya.
Sedangkan lawan dari semua was-was setan yang ada dalam hati kita adalah dengan zikir kepada Allah, mohon perlindungan kepada Allah, tidak ada daya upaya dan kekuatan melainkan Allah.

Setelah kita terus berzikir, beribadah kepada Allah, maka setan tidak dapat menembus kita, setan akan dapat menembus kita pada saat kita lengah dalam mengingat Allah.
Perhatikan firman Allah dalam QS Al-Araf: 201)
“Inna ladzinat taqau idza massahum taaifun minassaitaani tadhakkaruu fa idza hum mubsirun.”
artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.”

Mujahid berkata: “Was-was setan membentang pada hati manusia, apabila orang berzikir kepada Allah Swt maka mundurlah dia, bersembunyilah dia, menciutlah dia. Dan sebaliknya ketika kita lengah dari mengingat Allah maka was-was setan akan membentang kembali pada hati manusia.
Tolak menolak antara zikir kepada Allah Swt dengan was-was setan adalah seperti tolak menolak antara terang dengan gelap dan antara malam dan siang. Dan karena saling berlawanan antara keduanya, Allah Swt berfirman:
“Istahwadha alaihimus saitoonu fa ansahum dzikrillah.”
artinya: setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. (QS Al-Mujadillah:19)

Rasulullah Muhammad Saw bersabda, “Sesungguhnya setan meletakkan belalainya pada hati anak cucu Adam. Kalau dia (kita) zikir kepada Allah Swt, setan itu mundur. Dan kalau dia (kita) lupa terhadap Allah Swt setan itu menggigit (menangkap) dengan mulut hatinya.”

Setan dapat masuk dalam jaringan tubuh manusia, mengepung hati dari semua sisinya, Maka perhatikan sabda Nabi Muhammad Saw:
“Sesungguhnya setan berjalan pada anak cucu Adam menurut peredaran darah. Maka persempitlah tempat perjalanannya dengan lapar.”
Hal itu tidak lain karena dengan lapar maka dapat mematahkan keinginan nafsu. Sedang tempat perjalanan setan adalah keinginan nafsu. Perhatikan firman Allah:
“Sungguh aku akan benar-benar (menghalangi) mereka dari jalan Engkau (Allah) yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.” (QS Al A’raf 16)

Begitu dahsyatnya, dan tidak ada rasa jenuh dan putus asa setan mengganggu manusia agar terjerumus ke jurang kehinaan, maka kita perlu membentengi diri kita dari hasutan setan yang terkutuk dengan selalu zikir kepada Allah, minta perlindungan kepada Allah dan jangan sampai hati ini kosong dalam mengingat Allah.

_______________________________________________________

DONATION

Name: Yuswanto
Bank account number :0131868183
Bank Negara Indonesia 46
Serang city – Banten Province
Indonesia.
www.bni.co.id
4 Comments more...

KECINTAAN DAN MENELITI DIRI SENDIRI

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Apr 22, 2011, under SPIRITUAL

Kalau kita perhatikan judul diatas yakni “Kecintaan dan Meneliti diri sendiri”. Apa maksudnya?
Kecintaan bisa diartikan dengan kesukaan, keinginan dan lain-lain, sedang meneliti diri sendiri adalah sebuah perintah untuk mengoreksi, meng-evaluasi terhadap diri kita sendiri yakni perintah untuk memperhatikan dengan seksama berkaitan dengan perbuatan-perbuatan apa yang telah kita lakukan.

Sufyan berkata : “Kecintaan adalah mengikuti jejak Rasulullah Saw.”
Yang lain berkata bahwa kecintaan adalah zikir, yang lain lagi ada yang mengatakan bahwa: kecintaan adalah “Mengutamakan Zat (Allah) yang dicintai.”
Sebagian lagi mengatakan,”Merasa tidak suka menetap didunia.”
Semua ini mengisyaratkan kepada buah-buah dari kecintaan akan tetapi hakikat dari kecintaan itu sendiri mereka tidak menjelaskannya.

Sebagian Ulama berkata”Kecintaan adalah sebuah arti dari orang yang dicintai, yang mengalahkan hati-hati ini untuk bisa menemukannya dan tidaklah mungkin lidah-lidah ini dapat mengungkapkannya.”
Al Junaid berkata: “Allah Swt mengharamkan kecintaan atas orang yangmemiliki ‘alaqah (hubungan hati dengan selain Allah),
Dewasa ini justru banyak dari kita yang cinta bukan karena Allah, suka bukan karena Allah, tapi cinta dan suka karena adanya imbalan atau adanya sesuatu dibelakanynya, bahkan yang lebih parah lagi cinta dan suka hanya karena nafsu semata.
Sehingga Al Junaid berkata pula dalam hal ini bahwa: “Setiap kecintaan yang dasarnya adalah karena imbalan, sehingga jika imbalan itu hilang maka hilang pula kecintaannya.”

As Sari berkata: “Barang siapa yang cinta kepada Allah, maka dia akan hidup dan barang siapa yang condong kepada dunia, maka dunia akan linglung seperti orang yang tolol yakni berangkat pagi dan kembali sore dalam kesia-siaan, sedang orang yang berakal selalu meneliti kekurangan-kekurangannya.

Adapun berkaitan dengan penelitian terhadap diri sendiri Allah telah memerintahkan hal itu dengan firmannya:
“Yaa ayuhalazina aamanu takkullaha wa tandhur nafsun makhodamat ligodin”
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat).
(QS Al-Hasyr:18)
Ini adalah suatu isyarat untuk meneliti amal-amal yang telah berlalu.
Karena itulah maka Umar bin Khatab berkata:”Hitunglah dirimu sebelum dihitung dan timbanglah dirimu sebelum ditimbang.”

Dalam sebuah hadist disebutkan, bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW, didatangi seorang laki-laki dan berkata:
“Ya Rasulullah, berilah wasiat kepadaku.”
Beliau bersabda: “Apakah kamu minta wasiat?
Laki-laki itu berkata “YA”
Beliau bersabda “Kalau kamu ingin melakukan sesuatu lihatlah akibatnya. Kalau benar teruskanlah dan kalau sesat berhentilah.”

Kemudian masih ada hubungan keterkaitan dengan meneliti diri sendiri, yakni: Tobat. Tobat adalah memandang pada perbuatan setelah selesai dari perbuatan itu ( yakni mengevaluasi amal) dengan cara menyesalinya.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah Swt dan bertobat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.”
Dan Allah Swt berfirman:
“innalazina taqau idza massahum taaiffun minassaitani tadhakkaru fa idzahum mubsirun.”
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was setan, mereka ingat kepada Allah, maka seketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (QS Al A’raf:201)

Sesungguhnya Umar bin Khatab pernah memukul kedua telapak kakinya dengan cambuk, ketika malam menyelimutinya dan berkata kepada dirinya sendiri, “Apa yang telah kamu kerjakan hari ini?
Saudaraku…, apa yang dilakukan Umar handaklah dijadikan contoh buat kita semua yakni agar selalu mempertanyakan kepada diri sendiri dan mengoreksi diri kita sendiri, yakni apa yang telah kita lakukan, apakah melanggar aturan Allah Swt atau tidak.

Al Hasan berkata:
“Orang mukmin akan selalu menegakkan dirinya sendiri, dia akan selalu menghitungnya karena Allah, Sesungguhnya akan diringankan hisab atas kaum yang selalu menghisab (menghitung) dirinya didunia dan sesungguhnya akan diberatkan hisab pada hari kiamat atas kaum yang hanya mengambil perkara ini dengan tanpa perhitungan (penelitian).”

Malik bin Dinar berkata: bahwa dirinya pernah mendengarkan kutbah yang isinya adalah:
“Mudah-mudahan Allah memberi rahmat pada orang yang selalu meneliti dirinya, sebelum penelitian itu berada ditangan orang lain,
Mudah-mudahan Allah memberi rahmat pada orang yang memegang teguh kendali amal perbuatannya, lalu memperhatikan apa yang dia kehendaki dengan amal itu,
Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada orang yang memperhatikan takarannya, dan mudah-mudahan Allah memberi rahmat pada orang yang memperhatikan timbangannya.
Dan mudah-mudahan khotbah yang singkat ini bermanfaat untuk diri saya pribadi dan untuk kita semua. Dan mudah-mudahan kita selalu dalam lindungan-Nya, amin.
(dipetik dari bukunya Imam Al Ghazali)

_______________________________________________________

DONATION

Name: Yuswanto

Bank account number :0131868183

Bank Negara Indonesia 46

Serang city – Banten Province

Indonesia.

www.bni.co.id

4 Comments more...

KEUTAMAAN MENJAMU ORANG FAKIR

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Apr 08, 2011, under SPIRITUAL

Dewasa ini pada zaman yang serba canggih, kemajuan teknologi disegala lini kehidupan. Banyak orang sekolah sampai tinggi, punya gelar sampai tidak kehitung. Punya rumah mewah dimana-mana sampai lupa dengan alamatnya dimana?
Punya harta banyak…… sampai bingung memakainya gimana. Punya uang banyak… bingung meletakkannya, disimpan dirumah takut di rampok orang, dititipkan teman takut dibawa kabur, dipakai usaha takut bangkrut, di simpan di bank takut ketahuan penegak hukum. Mengapa demikian…? karena semua harta bendanya hasil pat gulipat, pungli dan korupsi. Hartanya diperoleh dari hal yang tidak benar, korupsi disegala bidang.
Padahal Harta dan uang sudah begitu banyak………., akan tetapi masih saja merasa kurang dan kurang.
Tiap hari dalam benaknya yang muncul adalah bagaimana caranya menambah kekayaan.

Harta banyak, rumah mewah, mobil banyak, akan tetapi terus masih kekurangan dan justru semakin pelit. medit, kikir. Orang seperti ini lah sebenarnya yang dikatakan orang miskin.
Rumahnya dipagar tinggi dan dijaga anjing galak, dalihnya biar aman tapi sebenarnya biar tidak ada orang yang datang berkunjung, terlebih orang yang minta sumbangan atau bantuan. Apa lagi fakir miskin.
Hartanya dimakan untuk dirinya sendiri, makanan hanya untuk mengisi perutnya yang buncit, setiap hari banyak makanan yang tersisa karena tidak habis dimakan.

Akan tetapi jika ada orang yang berkunjung, jangankan makanan yang enak disajikan, terkadang hanya dilongok didepan pintu, bahkan banyak juga yang berbicara hanya sebatas di pintu gerbang. Takut hartanya habis, takut makanannya habis, dan yang jelas orang seperti ini adalah orang pelit, orang yang tidak mau hartanya berbagi untuk orang lain meski hanya sebatas air minum. Jika ada yang berkunjung dalam hatinya bergemuruh dan berdoa agar segera cepat pulang, roman mukanya menunjukkan ketidak senangan dan benci.

Nabi Muhammad Saw bersbda: “Janganlah kamu membuat beban (penderitaan) kepada tamu, lalu kamu membuat benci dia. Barang siapa yang membuat benci tamu, maka dia benar-benar membuat benci Allah. Barang siapa yang membuat benci Allah, maka Allah akan membuatnya benci.”
Nabi Muhammad Saw bersabda,”Tiada kebaikan bagi orang yang tidak menjamu.”

Rasulullah Saw pernah melewati seorang laki-laki yang memiliki unta dan lembu yang banyak, lalu dia tidak menjamu beliau. Beliau juga lewat pada seorang perempuan yang memiliki beberapa ekor kambing kecil dan dia menyembelihnya untuk beliau.

Nabi Muhammad Saw bersabda,” Perhatikanlah kedua mereka itu, sesungguhnya budi pekerti ini hanyalah ada di tangan Allah, barang siapa yang memberikan budi pekerti yang bagus, maka Allah juga akan berbuat begitu.”

Abu Rafi (yang di merdeka-kan) berkata:
Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya ada se-seorang yang bertamu kepada Nabi Muhammad Saw lalu Beliau bersabda:
“Katakan kepada fulan yangYahudi itu, bahwa ada se-seorang yang bertamu padaku. Hendaklah dia menghutangi aku sedikit tepung sampai rajab.”
Yahudi itu berkata: “Demi Allah aku tidak akan menghutanginya, kecuali dengan jaminan hutang (gadai).”
Lalu aku mengabarkan hal itu kepada Beliau, kemudian Beliau bersabda:
“Demi Allah sesungguhnya aku adalah benar-benar orang terpercaya di langit dan terpercaya dibumi. Dan sandainya dia memberi hutang aku, tentu aku akan membayarnya. Pergilah dengan baju rompiku dan gadaikanlah kepadanya.”
Begitu besar penghormatan dan keutamaan menyuguhi tamu, sampai sampai Beliau harus menggadaikan baju rompinya kepada seorang Yahudi agar dapat diberi hutangan untuk sedikit tepung.
Bagaimana dengan kita yang serba punya dan kelimpahan materi dan makanan….? terkadang masih ada ganjalan dan rasa eman (sayang) ketika menyuguhi tamu yang bertandang kerumah kita.
Bahkan tidak sedikit orang yang tidak suka akan kehadiran tamu di rumahnya, dan jika mungkin se-segera mungkin hal tersebut berlalu dan tidak membuat repot dalam hal memberikan suguhan.

Perhatikan Nabi Ibrahim Al -Khalil as, “Apa bila beliau menghendaiki makan, dia keluar sejauh satu mil atau dua mil mencari orang yang mau makan bersamanya. Dia mendapat julukan Abudh-Dhifan (Bapak tamu) dan karena kesungguhan niatnya di dalam menjamu itu, maka jamuannya itu abadi sampai sekarang ini di masyahad-nya.
Tidak pernah berlalu sebuah malam pun, kecuali mesti makan disana segolongan orang, mulai dari tiga orang sampai sepuluh orang bahkan sampai seratus orang. Berkata pengurus tempat itu:
“Sesungguhnya dia tidak pernah sunyi satu malam pun dari tamu”.

Rasulullah Saw ditanya ditanya,”Apa iman itu?”
Beliau bersabda “Memberi makan dan salam”.
Nabi Muhammad Saw bersabda dalam menerangkan kafat dan derajat, “Memberi makan dan salat diwaktu malam saat manusia baru nyenyak tidur.”
Beliau ditanya mengenai haji mabrur, Beliau bersabda, “memberi makan dan bagus dalam pembicaraan.”
Anas ra berkata, “Setiap rumah yang tidak dimasuki tamu, tidak akan dimasuki Malaikat.”

Perhatikan pula ucapan indah yang dilontarkan orang berkaitan dengan itu:
“Mengapa aku tidak suka terhadap tamu atau aku tidak puas terhadap orang yang senang kepada tamu itu. Sedang tamu adalah memakan rezekinya sendiri dihadapanku dan dia merasa bersyukur padaku karena itu.”
Diantara pembicaraan hukuma: “Tidak sempurna perbuatan ini kecuali dengan kemanisan muka, manis tutur katanya dan kelembutan bertemu.”

“Aku mengajak tertawa tamuku sebelum diturunkan bawaannya, dan dia akan merasa makmur dihadapanku sedang tempat pada waktu itu gersang (kemarau panjang hingga bahan makan mahal). Bukanlah kemakmuran (kesuburan) bagi tamu-tamu itu dalam banyaknya jamuan, tetapi muka seorang pemurah adalah yang membuat kemakmuran.”

Lalu bagi orang yang mengundang hendaklah mengutamakan orang-orang yang bertakwa dan bukan orang-orang yang fasik.
Nabi Bersabda;”Semoga makananmu orang-orang yang berbakti. Dalam doa Beliau kepada orang yang telah didoakan.”
Nabi Saw bersabda, “Janganlah kamu makan, kecuali makanan orang yang bertakwa dan janganlah memakan makanan orang yang bertakwa.”

Dan hendaklah dia mengutamakan orang-orang yang fakir dan bukannya khusus orang-orang kaya.
Nabi Saw bersabda, “Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah, dimana yang di undang kesana adalah orang-orang kaya, bukan orang-orang fakir.”
Jika kita perhatikan dewasa ini adalah kebalikan apa yang disampaikan diatas, justru banyak orang yang mengadakan jamuan makan / walimah akan tetapi yang diundang justru orang-orang kaya, orang-orang yang terhormat. Walaupun kekayaannya hasil dari korupsi, pat gulipat, kolusi, pungli dan lain-lain. Yang diundang orang terhormat meskipun dia tidak punya kehormatan, terlebih dihadapan Allah.
Orang fakir hanya kebagian sebagai tukang parkir, tukang cuci piring, tukang sapu dan sebagainya.

Kemudian Se-yogyanya pula tidak mengabaikan keluarga dekatnya juga dalam jamuan, karena mengabaikan mereka dapat membuat resah dan termasuk memutus hubungan keluarga. Demikian pula supaya dia memelihara tertib dengan sahabat-sahabat dan kenalannya, karena membuat atau mengistimewakan sebagian akan membuat kecewa hati yang lain.
Seyogyanya pula dia tidak bertujuan dengan undangannya tersebut tidak untuk berbangga-bangga dan bermegah-megahan akan tetapi untuk menarik kecondongan hati kawan dan mengikuti sunnah Rasulullah Saw dalam memberi makanan dan membuat gembira hati orang-orang mukmin.

Seyogyanya pula dia tidak mengundang seseorang yang berkeberatan untuk memenuhi undangan itu. Apabila terpaksa hadir, dia akan merasa terganggu dengan adanya orang-orang yang hadir, karena adanya sebab dari beberapa sebab.

Seyogyanya pula dia tidak mengundang, kecuali orang yang suka memenuhi undangannya.
Sufyan berkata : “Barang siapa yang mengundang seseorang pada sebuah jamuan sedang dia benci kalau orang itu memenuhi undangannya, maka dia mendapat satu kesalahan. Kalau orang yang diundang itu memenuhi undangannya maka dia mendapat dua kesalahan. Karena dia telah mendorong orang itu untuk makan dalam keadaan benci dan kalau dia mengetahui itu tentu dia tidak ikut makan.

Menghadiri undangan adalah sunat yang dikukuhkan. Bahkan benar-benar telah dikatakan mengenai kewajibannya dalam sebagian tempat.
Nabi Muhammad Saw bersabda:
“Seandainya aku di undang untuk makan kaki binatang tentu aku akan memenuhi dan seandainya dihadiahkan padaku sebuah tangan (kaki / muka) tentu aku akan menerimanya.”

Mudah-mudahan tulisan diatas yang banyak saya ambil dari bukunya Imam al Ghazali (semoga amal selalu tercurah kepada beliau) semoga banyak bermanfaat untuk kita semua, agar kita tidak salah dalam mengundang orang untuk menghadiri perjamuan, tidak disalah gunakan dalam acara jamuan.
Penting juga untuk diperhatikan agar kita tidak semena-mena dalam menerima orang yang berkunjung kerumah kita dan hendaklah memulyakan tamu.

_____________________________________________

DONATION

Name: Yuswanto

Bank account number :0131868183

Bank Negara Indonesia 46

Serang city – Banten Province

Indonesia.

www.bni.co.id

5 Comments more...