BERBUAT BAIK

Posted by yuswanto.yoes@gmail.com in Apr 02, 2011, under SPIRITUAL

Mengapa harus mengajak untuk berbuat baik?
Karena ada yang berbuat jahat, jika semua orang berbuat jahat maka dunia ini lebih kejam dan lebih mengerikan dibandingkan Neraka.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam dan setiap hari manusia satu dengan yang lainnya akan saling serang dan menghancurkan, maka dapat anda bayangkan betapa ngerinya semua itu.

Untuk mengajak berbuat baik dan mengajak untuk tidak berbuat jahat atau dalam Islam lebih dikenal dengan “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”.
Mengajak berbuat baik dan mencegah perbuatan jahat, hukumnya adalah wajib.
Untuk itu harus mempunyai 5 (lima) syarat :

1. Pengetahuan.
Orang yang ingin mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan haruslah memiliki ilmu pengetahuan seputar hal-hal yang berkaitan dengan kemungkaran dan kebaikan.
jadi bukan berdasar kepada ketidaktahuan dan penyimpangan.

2. Ikhlas
Untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah untuk berbuat jahat, semata-mata karena Allah dan demi memuliakan agama Allah.
Bukan sebaliknya pamer dan ingin dipuji manusia, ingin dihormati dan disegani dan bukan pula karena ingin mendapat jabatan tertentu.

3. Bersikap lemah lembut
Syarat ini termasuk yang paling penting dalam melaksanakan amar makruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan)
Ingat ketika Allah Swt memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk menemui Fir’aun yaitu dengan lemah lembut dan penuh kasih.
“…..maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut.” (Qs Taha 44)

Jika kita lihat bahwa Firaun adalah penguasa yang mempunyai kekuatan pasukan, sangat keras dan sombong, kemudian Musa adalah mahluk pilihan Allah, Kalau dilihat dari kedudukan dihadapan Allah maka Musa lebih utama, akan tetapi tetap saja Allah memerintahkan kepada Musa untuk berbicara kepada Firaun dengan lemah lembut.

Allah juga memerintahkan yang demikian kepada Nabi Muhammad SAW dalam QS Ali Imran 159: “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”

Karena sesungguhnya manusia membutuhkan pelukan kasih sayang, perhatian yang tinggi, kecerian, cinta yang besar, kemurahan hati yang tidak disertai dengan kebodohan, kelemahan dan kekurangan. Mereka membutuhkan sosok lembut yang sudi memberikan kehangatan.
Nabi Muhammad Saw memuji sifat lemah lembut dan menganjurkan umatnya untuk berlaku yang demikian.
“Sesungguhnya Allah Maha lembut dan menyukai yang lembut-lembut. Dia akan memberi orang yang bersikap lemah lembut apa yang tidak diberikan kepada orang yang kasar dan apa yang tidak diberikan kepada orang yang selain lemah lembut tersebut.”

4. Sabar dan Murah Hati
Syarat ini pun termasuk yang layak harus dimiliki orang yang ingin mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan.
Bila kejahatan atau gangguan tidak dihadapi dengan kesabaran dan kemurahan hati, niscaya marabahaya dan kerusakan yang akan ditimbulkan jauh lebih besar dari pada manfaat dan perbaikan.

Ingat ketika Alalh berfirman melalui perkataan Luqman saat menasehati putranya:
“…dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”. (QS Luqman 17)

5. Menjadi Teladan
Sebaiknya orang yang ingin mengajak kebaikan dan mencegah kejahatan, hendaknya harus mencontohkan terlebih dahulu untuk berbuat baik dan tidak pula untuk berbuat jahat.
Kita mulai dari diri kita sendiri untuk berbuat baik dan tidak melakukan segala kejahatan, maka yakinlah jika semua manusia dimulai dari dirinya sendir untuk tidak melakukan kejahatan, maka dunia ini akan menjadi aman, damai dan sejahtera.
Dan akan mendapatkan siksa yang keras dari Allah Swt bagi orang yang menyeru kepada manusia untuk berbuat baik sementara dirinya sendiri tidak.
Perbuatan semacam itu akan dibenci Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw menggambarkan siksa yang akan didapat oleh orang seperti itu adalah sebagaimana sabda Beliau yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam “Bad’ al Khalq”
Artinya: “Ada seorang laki-laki dihadapkan pada hari kiamat kemudian dicampakkan kedalam Neraka. Lalu keluarlah ususnya. Kemudian dia berputar-putar sebagaimana keledai berputar-putar diseputar penggilingan. Maka ahli Neraka berkumpul mengelilinginya sambil bertanya “Hai fulan, apa yang terjadi dengan dirimu?
Bukankah engkau pernah menyuruh kami berbuat baik dan melarang kami untuk berbuat jahat?
Lalu dia menjawab,”Aku pernah menyuruh kalian berbuat baik namun aku sendiri tidak mengerjakannya, dan aku pernah mencegah kalian berbuat jahat tetapi aku sendiri mengerjakannya.”

Perlu di ambil pelajaran apa yang telah diperbuat oleh Umar bin Khatab ra. Ketika beliau memerintahkan untuk berbuat baik dan mencegah berbuat jahat, terlebih dahulu Beliau mengumpulkan semua anggota keluarganya. Beliau berkata” bahwa Aku telah memerintahkan kepada orang lain untuk tidak berbuat ini dan itu, dan dia (orang lain) akan memperhatikan kalian laksana seekor burung yang sedang mengincar daging mentah. Aku bersumpah, demi Allah kalau aku menemukan seseorang dari kalian melakukan itu, niscaya aku akan melipatgandakan hukumannya.”

Kalau kita perhatikan pada zaman sekarang ini justru kebalik dengan apa yang di contohkan oleh Umar bin Khatab ra.
justru banyak anak, keluarga, familiy para penguasa dan pejabat yang membuat kerusakan, penyelewengan, kesewenangan, dan masih banyak yang merugikan orang lain dan masyarakat, akan tetapi melenggang bebas tanpa adanya sangsi hukuman.
Semua proses hukum ditutup dan tidak ada tindakan yang nyata.
Hukum berjalan lancar hanya untuk orang kecil, hukum dijalankan hanya untuk orang miskin. Timbangan keadilan berat sebelah dan tidak akan pernah bisa seimbang. Selagi manusia tidak mau menggunakan hukum Tuhan maka keadilan tidak pernah akan berdiri tegak dan adil.

Percayalah Alah Maha Tahu dan Maha Melihat apa yang dilakukan mahluknya. Mungkin pelaku kejahatan dan para pelindung kejahatan bisa menang dimata manusia dan mahluk, akan tetapi Tuhan tidak pernah tidur untuk melihat apa yang diperbuat mahluk.
___________________________________________

DONATION

Name   :Yuswanto (Yusron al Kariem)

Bank Account Number : 013 1868 183

Bank Negara Indonesia 46

Serang Town – Banten Province

Indonesia

www.bni.co.id


78 Responses